Breaking News

Langkah Tepat & Murah Merawat Tas Kulit Agar Tetap Seperti Baru


Tas kulit pribumi menjadi di antara jenis tas dengan harga yang terbilang mahal. Bagi itu, anda harus merawatnya dengan baik supaya tahan lama dan tetap terlihat laksana baru.

Musniarni Massewa selaku Brand Manager Braun Buffel, mengungkapkan ada sejumlah langkah perawatan khusus guna tas dengan bahan kulit ini. Penasaran apa saja? Yuk intip tipsnya.
  1. Bersihkan tas masing-masing minggu dengan lap basah yang sudah dikeringkan sebelumnya.
  2. Perhatikan bagian beda dari tas, laksana kancing, gesper, atau gantungan tali yang seringkali terbuat dari bahan metal. Bersihkan dengan kain lap secara menyeluruh.
  3. Keringkan tas dengan kain biasa.
  4. Jika tas kulit asli terpapar noda, segera bersihkan dengan kain dan air hangat. Gunakan pembersih bahan kulit dalam jumlah kecil untuk menolong mengenyahkan noda.
  5. Jika tas kulit terpapar air hujan atau basah, segera lap dengan kain kering dan biarkan mengering secara alami. Hindari pengeringan dengan alat tolong listrik, laksana radiator atau blow dryer rambut karena hal ini dapat merusak kualitas kulit.
  6. Simpan tas kulit di lokasi yang bersih dan kering. Gunakan dustbag yang biasa diserahkan saat pembelian.
  7. Isi tas dengan gumpalan kertas yang telah anda padatkan cocok ukuran tas. Hindari memakai koran bekas sebab tintanya bakal menodai unsur dalam tas.
  8. Jika masih terdapat kotak pribumi dari pembelian, simpan tas dalam kotak itu beserta sebungkus silica gel guna menyerap lembab.
  9. Untuk menangkal jamur, keluarkan tas sekurang-kurangnya sekali sebulan supaya udara dapat masuk.
Salah satu produk tas aksesoris berbahan dasar kulit terkemuka di dunia merupakan Braun Buffel. Kini, brand itu baru saja menerbitkan Buffel Art Project, yang merupakan gambaran dua filosofi dengan kolaborasi antara fashion dan seni dalam Buffel Art Project. Digagas oleh produsen tas kulit asal Jerman, Braun Buffel, guna merayakan ulang tahunnya ke-130, kolaborasi ini melibatkan 20 seniman Indonesia, guna menghiasi Buffy, sang maskot, yang tercipta dari kayu.

Musniarni Massewa, country head Braun Buffel Indonesia, mengatakan, hasil karya mereka nantinya akan dipasarkan untuk kepentingan amal. "Seluruh hasil penjualan bakal kami donasikan untuk UNICEF untuk menolong anak-anak di pelosok Indonesia yang membutuhkan pertolongan dari sisi edukasi," jelas Musniarni Massewa di sela acara Buffel Art Project di Plaza Senayan, Jakarta Selatan.

Adapun 20 seniman itu datang dengan latar belakang bidang yang berbeda, mulai dari pelukis, penjahit, sampai desainer visual. Mereka di antaranya Ratna Pribadi, Alex Abbad, Abenk Alter, dan Ratna Pribadi. Di tangan semua seniman, Buffy tampil dengan keanehan tersendiri. Ratna Pribadi yang dikenal sebagai seniman tekstil menghadirkan Buffy lewat eksplorasi kain batik jumputan. Sementara Buffy karya Rony 'Onyx' Rahadian dihiasi coretan-coretan bergaya gravity yang membuat aura urban.

Tidak ada komentar