Breaking News

Tak Hanya Gejala Bronkitis, Mengenali Penyebab Penyakit Bronkitis Juga Penting


Bronkitis merupakan penyakit yang berupa peradangan pada organ bronkus. Permukaan bronkus yang terkena radang ini menjadi membengkak (menebal) disertai peningkatan pengeluaran mukus (dahak) dan membuat saluran pernapasan relatif menyempit. Sebenarnya penyakit ini tergolong ringan, namun bisa menjadi sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sehingga mengetahui penyebab sekaligus gejala bronkitis adalah keharusan.
Lebih dari itu organ pernapasan sangatlah penting bagi kehidupan. Jadi jangan sampai abai dengan resiko bronkitis yang mungkin saja mengancam kesehatan Anda. Apa saja yang dapat menyebabkan bronkus menjadi radang? Berikut ulasannya untuk Anda.

Virus

Si mungil satu ini paling banyak menjadi penyebab bronkitis akut  yang berasal dari infeksi paru-paru. Iritasi dan peradangan menyebabkan bronkus menghasilkan mukosa atau lendir lebih banyak. Sebagai respon terhadap keadaan tersebut, tubuh berusaha mengeluarkan lendir atau mukosa yang berlebihan dengan cara batuk. Jadi orang yang tekena bronkitis umumnya menjadi sering terbatuk-batuk.

Virus yang dapat menyebabkan bronkitis, umumnya virus influenza A dan influenza B, RSV, parainfluenza, rhinovirus, adenovirus maupun coronavirus.

Bakteri

Makhluk kecil lain yang dapat menyebabkan bronkitis adalah bakteri. Beberapa bakteri yang dapat menyebabkan bronkitis antara lain, Streptococcus pneumoniae, Chlamydia pneumoniae, Moraxella catarrhalis, dan Haemophilus influenzae.

Asam perut

Jika asam perut naik ke esofagus, maka hal tersebut juga dapat menjadi penyebab terjadinya bronkitis. Kondisi yang seperti ini dikenal dengan nama Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Polusi udara

Salah satu masalah yang ditimbulkan oleh polusi udara adalah ISPA. Polutan yang mencemari udara, baik itu dari hasil buangan kendaraan, industri, asap rokok hingga asap dari kebakaran hutan, berpotensi menyebabkan ISPA, seperti bronkitis. Akan tetapi, jika sudah terhindar dari polutan tersebut, biasanya penyakit bronkitis juga bisa sembuh.

Kebiasaan merokok

Kebiasaan satu ini dapat menjadi penyebab terjadinya bronkitis kronis. Rokok yang diisap berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia. Rambut silia memiliki fungsi untuk menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan mukosa atau lendir yang berlebihan.

Jika kebiasaan merokok tidak segera dihentikan, maka setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus. Bila hal ini terjadi, kotoran tidak bisa lagi dikeluarkan dan dibuang dengan normal. Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi.

Selain mengetahui penyebab, ada baiknya kita juga mengetahui faktor yang menyebabkan risiko terkena bronkitis meningkat, antara lain:

·      Menjadi perokok berat
·  Kekebalan tubuh rendah: faktor ini bisa saja berasal dari penyakit akut lain seperti pilek, ataukondisi kronis yang mengganggu sistem kekebalan tubuh.
·       Usia: orang yang berusia lanjut, bayi dan anak kecil lebih rentan terhadap infeksi.
·      Berada di lingkungan yang dekat dengan bahan penyebab iritasi, misalnya biji-bijian, tekstil, atau terpapar asap kimiawi.
·      Refluks lambung, adalah kondisi nyeri ulu hati yang cukup parah dan berlangsung lama. Kondisi ini dapat membuat tenggorokan iritasi bahkan terserang bronkitis.

Sekian informasi mengenai penyebab bronchitis, selain itu Anda juga perlu tahu mengenai gelaja bronkitis itu sendiri sehingga bisa melalukan tindakan medis sedini mungkin. Semoga Anda menjadi semakin berhati-hati dalam menjaga kesehatan ya.


Tidak ada komentar